PDIP Harus Menyiapkan Kader Penerus Megwati

 POLITIK

PDI Perjuangan (PDIP) harus memiliki kader yang dipersiapkan untuk regenerasi dalam partai itu, terutama regenerasi untuk mengisi posisi ketua umum. Ia menilai regenerasi itu bisa diturunkan kepada kadernya yakni Puan Maharani yang memiliki trah Presiden RI Soekarno, menurut Pengamat politik Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia (Sigma) Said Salahudin.

Mau bermain POKER ONLINE daftar saja di situs POKERNUSA.ME

“Kalau PDIP konsisten bahwa partai ini berbasis pada ajaran marhaen, ajaran Bung Karno, maka mereka harus memikirkan pasca-Ibu Megawati, siapa? Regenerasi trah Soekarno itu akan ada, bila Puan Maharani naik,” kata Said kepada Republika, Selasa (20/3).

Ia menyebut saat ini publik telah mengetahui adanya sinyal-sinyal politik bahwa PDIP sedang menyiapkan kader Puan Maharani. Namun menurutnya, Puan masih belum diberikan kesempatan untuk berkiprah lebih baik dari levelnya saat ini.

“Publik sudah menangkap sinyal yang diberikan kepada Puan Maharani. Tapi kalau dia hanya bercokol di level Menteri Koordinator yang tak banyak kinerjanya yang disorot oleh publik itu, dia tak akan muncul sebagai tokoh pemimpin. Kalau dia ditaruh sekadar dikasih jabatan gitu,” ujarnya.

POKERNUSA.ME adalah AGEN POKER ONLINE terpercaya yang Memberikan CASHBACK terbesar Di INDONESIA

Sehingga, menurutnya, PDIP harus lebih serius untuk mikirkan penerus partai bila memang sejalan dengan basis marhaen. “Presiden Soekarno memiliki anak, Megawati yang jadi presiden yang juga pimpinan partai. Nah sekarang di usia yang senior, Ibu Mega kan juga harus punya penerus,” kata dia.

Said mengatakan, seharusnya tidak ada kekhawatiran dan keraguan dari Partai Banteng Moncong Putih itu bila memang akan mengusung Puan Maharani. Sebab, posisi PDIP saat ini pada level yang aman dan mampu memenuhi presidential threshold.

“Kalau jatuhnya kepada Puan, apa yang menjadi kekhawatiran dan keraguan mereka untuk mengusung Puan? Kalau seandainya PDIP mengusung Jokowi dan Puan, katakanlah ada partai lain yang tidak senang dan cemburu, pasti PDIP tetap mampu memenuhi presidential threshold,” ujarnya.

Sebab, partai pengusung lain, kata dia, masih ada untuk memenuhi persyaratan tersebut. “Jadi nggak usah khawatir. Justru kalau Jokowi direbut yang lain, misalnya oleh Golkar, maka rugi PDIP itu,” kata dia.

Author: 

Related Posts

Leave a Reply