Prediksi Prabowo Tentang Indonesia di Tahun 2030

 POLITIK

Prabowo menyebut Indonesia bakal tidak ada lagi di tahun 2030. Prediksi tersebut Prabowo ungkap berdasarkan penelitian ilmuwan luar negeri. Tak ada keterangan waktu dan tempat di mana Prabowo menyampaikan pidato tersebut. Ketua DPP Gerindra Ahmad Riza Patria pun tak mengetahui secara pasti sebab bukan dirinya yang mengunggah.

“Yang pasti Pak Prabowo itu punya nasionalisme, kembali ke UUD 1945 pasal 33 yang isinya; bumi, air, dan kekayaan alam di bawahnya dikuasai oleh negara,” kata Riza kepada detikcom, Senin (19/3/2018).

Berikut isi lengkap pidato Prabowo dalam video :

Saudara-saudara! 

Kita masih upacara, kita masih menyanyikan lagu kebangsaan, kita masih pakai lambang-lambang negara, gambar-gambar pendiri bangsa masih ada di sini, tetapi di negara lain mereka sudah bikin kajian-kajian, di mana Republik Indonesia sudah dinyatakan tidak ada lagi tahun 2030.

Bung!

Mereka ramalkan kita ini bubar, elit kita ini merasa bahwa 80 persen tanah seluruh negara dikuasai 1 persen rakyat kita, nggak apa-apa.

Bahwa hampir seluruh aset dikuasai 1 persen, nggak apa-apa.

Bahwa sebagian besar kekayaan kita diambil ke luar negeri tidak tinggal di Indonesia, tidak apa-apa. 

Ini yang merusak bangsa kita, saudara-saudara sekalian!

Semakin pintar, semakin tinggi kedudukan, semakin curang! Semakin culas!Semakin maling!

Tidak enak kita bicara, tapi sudah tidak ada waktu untuk kita pura-pura lagi.

POKERNUSA.ME adalah AGEN POKER ONLINE terpercaya yang Memberikan CASHBACK terbesar Di INDONESIA

 Pembicara di Universitas Indonesia

Diketahui, pernyataan serupa tentang Indonesia di tahun 2030 juga pernah Prabowo ungkap saat menjadi pembicara di acara bedah buku ‘Nasionalisme, Sosialisme, Pragmatisme: Pemikiran Ekonomi Politik Sumitro Djojohadikusumo‘ yang digelar di ruang Auditoriun FEB UI, Selasa 18 September 2017 lampau.

Di hadapan sejumlah tokoh yang hadir kala itu, antara lain Prof Emil Salim, Prof Dawam Rahardjo, Prof Dorodjatun Kuntjorojakti, Prof Sudrajat Djiwandono, termasuk para pakar ekonomi seperti Christianto Wibisono, Miranda Goeltom, Faisal Basri, serta para pembantu rektor dan Dekan FEB UI, Prabowo berbicara mengenai realita perekonomian Indonesia yg disebut dengan Paradoks Indonesia.

Prabowo dalam kesempatan itu mengajak para intelektual untuk mulai bicara jujur soal paradoks Indonesia, yakni negara yang kaya raya, namun hutangnya menumpuk dan rakyatnya miskin.

Prabowo menyebut, hal itu terjadi karena kegagalan pemerintah dalam membangun perekonomian yang berlandaskan pada UUD 45 pasal 33.

“Kunci ketidakberhasilan kita, karena kita tidak patuh pada Pasal 33 UU 45,” kata Prabowo.

Prabowo Subianto saat menjadi pembicara di acara seminar di UI, 18 September 2017. (Foto: Nanik Sudaryanti/Nusantaranews)

Prabowo mengatakan, dari sejumlah buku ekonomi yg dia pelajari, menyebutkan bahwa kekayaan sesungguhnya suatu bangsa adalah tanah. Namun ironisnya, di Indonesia tanah itu malah dilepaskan, tanah itu bukan dimiliki negara tapi dikuasai asing, dan hanya sedikit perusahaan korporasi Indonesia.

Itulah, kata Prabowo, yang membuat Indonesia menjadi negara miskin.

Prabowo menambahkan, masalah ekonomi tidak bisa dipisahkan dengan politik, keamanan dan sosial.

Prabowo pun membeberkan soal geo-politik dan geo-ekonomi, di mana menurutnya sekarang ini sedang terjadi ‘perang’ hegemoni antara Cina dan Amerika.

Mau bermain POKER ONLINE daftar saja di situs POKERNUSA.ME

Menurut Prabowo, Laut Cina bakal menjadi medan tempur antara Cina dan Amerika, memperebutkan minyak dan gas di wilayah tersebut. Dan Indonesia akan terkena imbasnya karena Laut Cina bersinggungan dengan Natuna.

Di sela-sela uraiannya itulah, Prabowo menunjukkan sebuah buku berjudul Ghost Fleet karya P. W. Singer dan August Cole, di mana menurut mantan Danjen Kopassus itu, dalam buku tersebut tertulis Indonesia akan lenyap pada tahun 2030.

“Bagaimana Indonesia tidak akan hilang kalau tanah kita, kekayaan kita dikuasai asing dan sekelompok orang,” kata Prabowo.

Author: 

Related Posts

Leave a Reply